www.jobstreet.co.id

DESKRIPSI PEKERJAAN

Job Description:
  • Responsible to make software/ application using programming language and techniques
  • Make improvement in the software application that works not perfect and prepare alternative procedure during improvement application in progress
  • Analyse user's need and finding the best solution
 
Requirements:
  • Candidate must possess at least a Bachelor's Degree, Computer Science/Information Technology, Engineering (Computer/Telecommunication), Engineering (Electrical/Electronic) or equivalent with min. GPA 3.00 (Scale 4.00)
  • Required skill(s): Object Oriented Programming (OOP) concept, database system such as: MS-SQL / MY-SQL / Oracle / etc, Software Development Lifecycle (SDLC).
  • Understand programming language C#
  • Understand Development language on Windows and Web Platform such as: ASP.Net / PHP, XML, HTML, Ajax / Javascript
  • Having good knowledge in language mobile device (Android/ ios/ Windows Phone) is preferable 
  • Knowledge on Business Intellegence /  Datawarehouse
  • Fluent in English (oral and written)
  • At least 1 year(s) of working experience in programming
Ke halaman perekrut
Lowongan pekerjaan ini kemungkinan telah berakhir.

Deskripsi Perusahaan

SEJARAH KOMPAS
 
Harian KOMPAS pertama kali terbit pada tanggal 28 Juni 1965, yang dirintis oleh dua tokoh utamanya yakni PK Ojong dan Jakob Oetama. Sementara penerbit KOMPAS pada awalnya adalah Yayasan Bentara Rakyat, yang saat ini berganti nama menjadi PT KOMPAS MEDIA NUSANTARA.
 
Nama KOMPAS sendiri pada awalnya dipilih oleh Presiden Republik Indonesia Soekarno, yang artinya “Penunjuk Arah”. Pada tahun-tahun awal perkembangannya, KOMPAS masih dicetak di percetakan lain sehingga sering terlambat sampai di tangan pembacanya. Baru kemudian pada tahun 1972,  KOMPAS mulai dicetak sendiri. Hingga saat ini, KOMPAS masih merupakan Koran harian dengan tingkat oplah tertinggi di seluruh Indonesia. KOMPAS terbit rata-rata 550.000 eksemplar per hari, dengan tingkat keterbacaan 1.850.000 per hari. Artinya, KOMPAS rata-rata dibaca oleh 1.850.000 orang per hari.
 
Sebagai Koran nasional, KOMPAS hadir hampir di seluruh propinsi di Indonesia. Dengan sumber daya wartawan yang berjumlah 266 orang (data per 1 Januari 2013), KOMPAS menyajikan berita dari wartawannya yang ditempatkan di berbagai kota di mulai dari Aceh hingga Merauke.
Sementara di luar negeri, KOMPAS khusus menempatkan seorang wartawan di Cairo untuk mengikuti situasi dan perkembangan di kawasan Timur Tengah. Ke depan, KOMPAS juga akan mengisi sejumlah tempat lagi seperti di Brussels, Washington, New York, Shanghai  dan Canberra.
 
Kedatangan yang menjadi salah satu faktor penting dari sebuah produk surat kabar, coba dipenuhi dengan cetak semakin pagi sehingga diharapkan KOMPAS bisa diterima di tangan pelanggan sebelum pukul 6.00 pagi.

Ini tak hanya untuk wilayah Jabodetabek. Dengan sistem cetak jarak jauh yang sudah dibangun di delapan kota (Bandung, Bawen-Jateng, Rungkut-Jatim, Bali, Medan, Palembang, Banjarmasin dan Makassar), KOMPAS bisa sampai di tangan pembaca sama pagi dengan yang diterima pembaca di Jakarta dan sekitarnya.
 
Kendati pembaca Kompas terbesar adalah orang-orang terdidik, KOMPAS tak melupakan kelompok pembaca muda dan bahkan anak-anak. Setiap pekan, KOMPAS menyediakan halaman khusus buat orang muda yang berusia 15-19 tahun, bahkan KOMPAS juga menyediakan halaman khusus anak.
 
Mulai 2009, KOMPAS juga meluncurkan rubrik baru yang diberi nama "Kompas Kita". Rubrik ini berisi tanya jawab antara seorang tokoh politik, olahragawan, atau selebritas lainnya, dengan para pembaca KOMPAS. Setiap Senin, KOMPAS membuat tulisan tematik, mengangkat isu-isu tertentu yang digarap secara lebih terencana dan terancang. Untuk isu-isu besar dan aktual, yang perlu pemaparan secara komprehensif, ada rubric "Fokus" yang terbit tiap Jumat. Pada hari yang sama, pembaca juga mendapatkan halaman khusus "Sport".
 
Pelibatan pembaca, dirasakan sangat penting, terutama untuk memberi masukan terhadap isi KOMPAS. Hal ini dibuktikan dengan KOMPAS yang saat ini mempunyai Forum Pembaca Kompas (FPK) di Jakarta, Bandung, Semarang, Yogya, Surabaya dan Medan, dengan keanggotaan yang bergilir. Pertemuan berkala diadakan di kota-kota tersebut setiap tiga bulan. Di luar pertemuan, setiap hari anggota FPK menyampaikan masukannya melalui email atau telepon. Di tingkat yang lebih professional, ada Ombudsman yang mengkritisi isi KOMPAS. Anggota Ombudsman terdiri atas sejumlah pakar, setiap bulan bertemu dengan pimpinan dan para editor.
 
Sementara Litbang KOMPAS, secara berkala memonitor konten KOMPAS dan membandingkannya dengan beberapa surat kabar nasional. Litbang dan juga Pusat Informasi Kompas adalah unit penting yang menunjang kerja wartawan untuk bisa menghasilkan tulisan-tulisan yang lengkap, akurat  dan terpercaya.
Desain dan perwajahan Kompas terus menerus diperbaiki. Seorang konsultan desain kelas dunia, Mario Garcia dari Amerika Serikat, tahun 2005 diminta mendadani wajah Kompas, sehingga KOMPAS tampil seperti yang sekarang. Konsep "visual thinking" merupakan isu utama dari konsep yang ditawarkan Mario Garcia. Gambar, infografik, ilutrasi, menjadi hal yang sangat penting dari keseluruhan wajah surat kabar. Seorang wartawan di lapangan, tak cukup hanya memikirkan isi berita yang akan dia tulis, tetapi wartawan sekaligus dituntut untuk membayangkan, visual seperti apa yang akan ditampilkan untuk memperkuat berita yang dia peroleh.
 
Bersamaan dengan perubahan wajah tersebut, diperkenalkan lembar khusus iklan yang diberi nama Klasika. Halaman ini memuat info-info hiburan seperti misalnya jadwal acara hari ini, iklan baris, info lowongan, jadwal bioskop, dan lain sebagainya.
 

VISI MISI
Menjadi agen perubahan dalam membangun komunitas Indonesia yang lebih harmonis, toleran, aman, dan sejahtera
dengan
Mempertahankan Kompas sebagai market leader secara nasional melalui optimalisasi sumber daya serta sinergi bersama mitra strategis
 
Values (5C)
• Caring
• Credible
• Competent
• Competitive
• Customer Delight

 

Review ( PT Kompas Media Nusantara )


  1. 4
Former Employee
Gaji & Benefit
  1. 4
Work/Life Balance
  1. 4
Senior Manajemen
  1. 5
Nilai & Budaya
  1. 4
Jenjang Karir
  1. 4
Pros

Mendapatkan benefit yang baik dan memuaskan bagi karyawan. Terlebih lagi lingkungan kerja yang ada sangat mendukung dan adanya hubungan baik antar karyawan.

Cons

Perusahaan harus lebih sering dalam memberikan kesempatan kepada orang luar untuk bergabung, karena saat ini banyak yang memiliki potensi untuk menjadikan perusahaan lebih maju lagi.