Kepala Sie. Administrasi Makasar (KSA MKS - JS)

DESKRIPSI PEKERJAAN

  • Sebagai Supervisor bertanggung jawab untuk mengelola administrasi dan keuangan cabang
  • Bertanggungjawab memastikan tercapainya target collection di cabang
  • Bertanggungjawab menjaga dan mengelola aset perusahaan yang ada di cabang
  • Bertanggungjawab menyediakan laporan keuangan dan administrasi
 
Requirement :
 
  • Memiliki jiwa kepemimpinan
  • Pengalaman di posisi yang sama minimal 1 tahun atau sebagai Finance/Accounting Supervisor minimal 2 tahun
  • Pendidikan S1 Akuntansi
  • Usia maksimal 30 tahun
  • Penempatan di Makasar
Ke halaman perekrut
Lowongan pekerjaan ini kemungkinan telah berakhir.

Company Description

PT. Antarmitra Sembada was established on September 15, 1990; as a distributor for PT. Pharos Indonesia Belongs to a group of Pharos / Novell / Etercon / Century/Apotik Plus.

In the year 2000, PT. Antarmitra Sembada established two marketing teams, i.e. Healthcare Marketing team & OTC Marketing team.

As it expanded, PT. Antarmitra Sembada is not only dealing with pharmaceutical products, but also Healthcare and medical supplies

To support the smooth operation of its logistics, the company has two warehouses, in Jakarta (to cover western Indonesia region) and Surabaya (to cover eastern Indonesia region)

Starting with only one branch office, since May 2011, the company has 27 branches across in Indonesia.

Review ( PT Antarmitra Sembada )


  1.  
  2.  
  3.  
  4.  
  5.  
  6. 4
Former Employee
Gaji & Benefit
  1.  
  2.  
  3.  
  4.  
  5.  
  6. 4
Work/Life Balance
  1.  
  2.  
  3.  
  4.  
  5.  
  6. 2
Senior Manajemen
  1.  
  2.  
  3.  
  4.  
  5.  
  6. 4
Nilai & Budaya
  1.  
  2.  
  3.  
  4.  
  5.  
  6. 5
Jenjang Karir
  1.  
  2.  
  3.  
  4.  
  5.  
  6. 5
Pros

Jenjang karier yang bagus dan kesematan untuk mendapat bonus sangat mulus dimana lingkungan yang bagus dan sangat mendukung semangat karyawan.

Cons

Gaji dibawah rata-rata dan jam kerja sampai malam kerjaan yang banyak dan sedikit tertekan, sehingga karyawan banyak yang pensiun dini.