Review Perusahaan & GajiLowongan Kerja

PT Cipta Peraga Nusantara

Branch Manager

Deskripsi Pekerjaan

DESKRIPSI PEKERJAAN

  • Koordis dalam kinerjanya SENANTIASA MOBILE DILAPANGAN, dengan istilah ” dilapangan adalah kantorku ” akan tetapi tidak berfungsi untuk menjual produk / sebagai marketing secara langsung namun sebagai pencari / pelacak rekanan Diknas yang kakap yang nantinya akan ditunjuk sebagai distributor dan distributorlah yang menjadi marketingnya langsung (supplier produk / spek PT. CPN) ke dalam anggaran APBD baik di Diknas Kab / Kota maupun Provinsi.
  • Mencari / melacak / memfilter seatlelitas rekanan / menunjuk rekanan yang akan dijadikan distributor/marketing adalah seorang Branch Manager ( BM ) / Kacab. Marketing, yang nantinya di PT. CPN BM / Kacab tersebut disebut sebagai ”Koordinator Distributor” ( Koordis ).
  • Intensitas mobile Koordis adalah 24 hari dilapangan, 2 hari merapat ke management HO dan 4 hari break ( libur ). Koordis di PT. CPN disyaratkan siap ditempatkan dimanapun dalam area nusantara, dalam kinerjanya para koordis di manage dan dimonitor oleh seorang MO dan MM (Manager Marketing).
  • Melakukan kegiatan mobile untuk mencari rekanan Diknas / distributor yang benar - benar seatle / kakap yang akan dijadikan marketing PT. CPN diseluruh kab / kota di area kerjanya.
  • Mengidentifikasi besar / kecilnya (grade) REKANAN DIKNAS tersebut (sebelum diputuskan untuk dijadikan distributor).
  • Memfilter seatlelitas rekanan Diknas yang akan dijadikan distributor / agen / marketing.
  • Menunjuk rekanan Diknas yang benar-benar dianggap seatle / kakap untuk dijadikan distributor / agen / marketing.
  • Melakukan upaya promosi dan pemaparan butir-butir keagenan pada REKANAN DIKNAS kategori besar s/d kesediaannya sebagai distributor dari produk PT. CPN hingga penandatanganan keagenan
  • Memonitor secara intens pada seluruh distributor disemua kab / kota dan provinsi diseluruh area kerjanya
  • Mengkondisikan pada semua distributornya agar dapat mengikuti regulasi dari produsen sebagai pemilik barang terutama dalam hal system pembayaran.
  • Mengkondisikan agar dalam semua area kerjanya mendapatkan dan terisi distributor-distributor yang sesuai criteria PT. CPN
  • Melaksanakan LPJ pada management HO atas biaya operasional yang telah dikeluarkan dan hasil activity yang telah dijalankan setiap hari ( Sore ).
  • Mengirim Plan mingguan pada management HO dan melaporkan progress / perkembangannya setiap hari (pagi).
  • Setiap activity agar dilaksanakan dengan menggunakan management efektif, efisien, tertib administrasi dan tepat sasaran
  • Menjaga, mengawal serta melaksanakan semua regulasi yang diterapkan oleh perusahaan
  • Menyusun, mengatur, menganalisis, mengimplementasi dan mengevaluasi manajemen pemasaran, penjualan dan promosi di areanya
  • Melakukan koordinasi rutin dengan management tentang perkembangan yang terjadi di lapangan.
  • Melakukan closing penjualan di semua area kerjanya pada setiap periode
  • Melakukan mobile setiap hari (Senin s/d Jumat) wajib berada di lapangan dan hari Sabtu melaksanakan LPJ pada management.
  • Mencari / melacak secara intens keberadaan REKANAN DIKNAS yang kategori paling besar / kakap yang akan dijadikan distributor di setiap daerah baik kab/kota maupun provinsi.
  • Mengidentifikasi besar / kecilnya (grade) REKANAN DIKNAS tersebut (sebelum diputuskan untuk dijadikan distributor).
  • Melakukan upaya promosi dan pemaparan butir-butir keagenan pada REKANAN DIKNAS kategori besar s/d kesediaannya sebagai distributor dari produk PT. CPN hingga penandatanganan keagenan
  • Menunjuk keagenan / distributor pada REKANAN DIKNAS kategori besar yang telah dianggap sesuai kriteria.
  • Melakukan presentasi product pada konsumen terkait menggunakan catalog maupun product knowledge (baik secara kolektif / audience maupun secara individual / pada distributor), untuk meyakinkan distributor supaya produk PT.CPN di masukkan dalam program anggaran APBD di DIKNAS  kab/kota maupun provinsi.
  • Mengkoordinir, memanage, maintenance & proaktif memonitor secara intens pada semua distributor disemua daerah yang menjadi kelolaannya + 17 DIKNAS / Kab./kota (setiap DIKNAS idealnya 2-3 distributor) baik kopi darat / by phone secara continue demi terciptanya kemitraan yang berkesinambungan antara produk PT.CPN dengan Rekanan Diknas kategori besar tsb, hingga proses pemesanan dan pelaksanaan pengiriman barang ke gudang distributor, hal ini dapat dilakukan baik pada siang maupun malam hari (situasional dan kondisional)
  • Melaporkan pada atasan secara intens setiap perkembangan dilapangan serta pengeluaran biaya operasional baik by phone maupun tertulis secara tertib administrasi
  • Mengawal barang pesanan ke gudang distributor / pemesan.
  • Melakukan pengawasan secara intens agar tidak terjadinya penjiplakan karya cipta yang dilakukan oleh siapapun dan dimanapun.
  • Senantiasa menerapkan budaya kerja yang berpedoman pada management safety dan 4 pilar (efektif, efisien, tertib administrasi dan tepat sasaran)
 
Requirements :
 
  • Diutamakan pernah bekerja pada perusahaan penerbit buku pendidikan/alper pendidikan yang berhubungan dengan dinas pendidikan
  • Terbiasa menggunakan Management safety dan 4 pilar (Management efektif, Management efisien, Management tertib administrasi & Management tepat sasaran)
  • Bertanggung jawab dan dapat bekerja di bawah tekanan
 

Data pekerjaan

LokasiBanjarbaruKalimantan Selatan
IndustriPendidikan
Spesialisasi

Manajemen Umum - Manajemen

Open-Date2016-11-16
Close-Date2016-11-30
PerusahaanPT Cipta Peraga Nusantara  lihat lowongan

Deskripsi Perusahaan

PT.CIPTA PERAGA NUSANTARA ( CPN ) Adalah perusahaan yang bergerak dibidang  produsen dan supplier ALAT PRAKTIK DAN PERAGA PENDIDIKAN yang menfokuskan pekerjaannya pada marketing dan produksi.
ALAT PRAKTIK DAN PERAGA PENDIDIKAN adalah sebuah sarana penunjang untuk memudahkan guru  dalam memberikan pemahaman pada siswa dalam proses pembelajaran di sekolah dan siswapun dapat lebih mudah menyerap materi yang disampaikan oleh guru dengan demikian tujuan pembelajaran dapat dicapai secara optimal. ALAT PRAKTIK DAN PERAGA PENDIDIKAN dalam proses pembelajaran memegang peranan yang sangat penting yaitu sebagai sarana pembuktian dari teori yang disampaikan oleh guru yang bersumber dari buku, sehingga dapat tercipta proses pembelajaran yang efektif. Dalam proses pembelajaran, sesuatu yang tidak dapat / sulit dilihat atau di cerna, dengan ALAT PRAKTIK DAN PERAGA maka dapat divisualisasikan secara nampak dan jelas sehingga siswa dapat lebih mudah memahami apa yang di sampaikan oleh guru dan guru pun dapat lebih mudah memberikan pemahaman pada siswanya.
Setidaknya ada enam fungsi pokok dari alat peraga dalam proses belajar mengajar yaitu :
1. Sebagai alat bantu untuk mewujudkan situasi belajar mengajar yang efektif dan efisien.
2. Sebagai bagian yang integral dari keseluruhan situasi belajar mengajar.
3. Sebagai bagian integral dari tujuan dan isi pelajaran.
4. Untuk mempercepat proses pembelajaran dan membantu siswa dalam menangkap pengertian yang
    diberikan guru.
5. Sebagai sarana untuk mempertinggi mutu belajar mengajar.
6. Sebagai sarana untuk meletakkan dasar - dasar yang nyata untuk berfikir, sehingga dapat mengurangi
    terjadinya verbalisme ( penggunaan kata-kata ) dalam proses belajar mengajar.
Dengan menggunakan ALAT PRAKTIK DAN PERAGA PENDIDIKAN produk kami, diharapkan akan tercipta sumber daya manusia yang terampil dan kreatif, sebagaimana yang diharapkan oleh tujuan pembelajaran yang tercantum  pada kurikulum. Adapun ALAT PRAKTIK DAN PERAGA PENDIDIKAN hasil karya cipta kami dapat dilihat pada KATALOG.
Dengan penggunaan ALAT PRAKTIK DAN PERAGA PENDIDIKAN dapat meningkatkan minat dan perhatian siswa dalam belajar karena percobaan-percobaan yang cukup variatif yang ada pada alat praktik dan peraga tersebut, sehingga dapat berguna untuk meletakkan dasar pada perkembangan sistem pembelajaran agar lebih optimal. Disamping itu, penggunaan ALAT PRAKTIK DAN PERAGA PENDIDIKAN  dapat memberikan pengalaman yang nyata dan dapat menumbuhkan kreatifitas siswa dalam mengembangkan pola fikir dan daya kreasinya. Fungsi lain adalah membantu tumbuhnya kemampuan empirik yang tidak mudah diperoleh dengan cara lain serta membantu berkembangnya pengalaman belajar yang lebih sempurna.
Mengingat pentingnya fungsi ALAT PRAKTIK DAN PERAGA PENDIDIKAN, PT. CPN hadir untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam penyediaan media belajar yang berkualitas untuk mencapai tujuan peningkatan mutu pendidikan di Indonesia yang memiliki daya serap tinggi. Dibidang pengadaan ALAT PRAKTIK DAN PERAGA PENDIDIKAN, kami telah mempelopori pembuatan produk - produk ALAT PRAKTIK DAN PERAGA yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal dan nasional. Seiring dengan pesatnya kebutuhan akan peningkatan mutu dunia pendidikan, kami senantiasa melakukan inovasi untuk menghasilkan produk-produk ALAT PRAKTIK DAN PERAGA PENDIDIKAN yang berkualitas dengan harga  terjangkau.
Produk Kami
ALAT PRAKTIK DAN PERAGA PENDIDIKAN yang diproduksi  oleh PT. CPN adalah berasal dari hasil ide karya cipta pihak Perusahaan / Ownernya sendiri, dimana ALAT PRAKTIK DAN PERAGA PENDIDIKAN tersebut telah dipatenkan dan memiliki HKI ( Hak Kekayaan Intelaktual ) dari DEPKUMHAM RI sehingga dapat diterima dan mampu bersaing secara nasional di Indonesia. Produk-produk PT. CPN dikembangkan secara tepat dengan berorientasi pada fungsi, bahan pelajaran serta subyek pembelajaran, artinya berorientasi pada kemampuan dan ketrampilan anak didik serta peningkatan kemampuan guru yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan dan bidang studi. Bagi guru yang akan mempergunakan ALAT PRAKTIK DAN PERAGA ini tentu harus memiliki kemampuan penguasaan materi yang ada pada ALAT PRAKTIK DAN PERAGA ini dengan baik. Itulah sebabnya kami menyediakan petunjuk praktis bagaimana penggunaan ALAT PRAKTIK DAN PERAGA ini.
Segmentasi Pasar
Produk-produk kami dapat digunakan oleh sekolah-sekolah di seluruh Indonesia, namun produk kami tidak dijual secara langsung ke sekolah-sekolah (sistem retail) tetapi melalui program pengadaan di Pemerintah yaitu melalui para pengambil kebijakan dilingkungan birokrasi pemerintahan utamanya DIKNAS baik diknas Kab / Kota, Provinsi maupun Pusat ( namun di utamakan diknas Kab / kota dan Provinsi ) melalui anggaran APBD / APBN maupun anggaran-anggaran lainnya, dimana setiap DIKNAS tentu terdapat banyak rekanan / suplier sebagai mitra DIKNAS baik yang kategori besar, sedang maupun kecil, tetapi PT. CPN lebih menfokuskan pada mitra DIKNAS yang besar / kakap saja.
Sistem Penjualan
Sistem penjualan yang dihasilkan produk kami adalah menggunakan keagenan/distributor, dimana yang akan di jadikan agen/distributor adalah REKANAN/MITRA DIKNAS yang kategori besar/kakap ), untuk itu PT. CPN menempatkan peran para rekanan ( khususnya yang besar ) sebagai marketing perusahaan kami melalui status sebagai distributor terlebih dahulu, yang nota bene mereka adalah mitra DIKNAS itu sendiri, oleh karena itu mitra kerja kami adalah merupakan mitra kerja DIKNAS juga, baik di Kabupaten / Kota maupun Provinsi yang ada di seluruh Indonesia, dengan demikian masuknya produk / spek dapat berjalan lebih mudah dan berkesinambungan ke dalam anggaran APBD yang diprogramkan oleh DIKNAS (mengingat supliernya adalah mitra diknas itu sendiri). Untuk menghindari ketergantungan pada satu distributor sekaligus sebagai safety, maka dalam 1 (satu) DIKNAS idealnya terdapat lebih dari 1 (satu) distributor/supplier.
PT. CPN tidak menempatkan diri sebagai pemain/kontraktor termasuk bagi produknya sendiri, karena PT. CPN ingin bekerja dengan tenang, aman tanpa benturan dengan kinerja BPK/PPATK/KPK maupun TIPIKOR.
Adapun yang bertugas mencari / melacak / memfilter seatlelitas rekanan / menunjuk rekanan yang akan dijadikan distributor/marketing adalah seorang Branch Manager ( BM ) / Kacab. Marketing, yang nantinya di PT. CPN BM / Kacab tersebut disebut sebagai ”Koordinator Distributor” ( Koordis ).
Koordis dalam kinerjanya SENANTIASA MOBILE DILAPANGAN, dengan istilah ” dilapangan adalah kantorku ” akan tetapi tidak berfungsi untuk menjual produk / sebagai marketing secara langsung namun sebagai pencari / pelacak rekanan Diknas yang kakap yang nantinya akan ditunjuk sebagai distributor dan distributorlah yang menjadi marketingnya langsung (supplier produk / spek PT. CPN) ke dalam anggaran APBD baik di Diknas Kab / Kota maupun Provinsi.
Ketika team marketing telah mendapatkan order maka produk tersebut di buat oleh devisi produksi yang ada di PT. CPN  ini juga.
Kegiatan produksi di PT. CPN terdiri dari 3 (tiga) satker utama didalamnya antara lain bagian purchasing (penyedia bahan dan alat kerja produksi), bagian QC (Quality Control) dan bagian borongan, pekerja borongan inilah sebagai tenaga keterampilan yang mengerjakan mulai dari bahan baku hingga menjadi media pembelajaran/alat praktik dan peraga pendidikan.
PT. CPN nantinya setelah seatle membutuhkan pekerja borongan + 2.000 orang, bagian purchasing + 10 orang, bagian QC + 250 orang dan tenaga Telly sebagai pendukung di departement produksi ini.
Demi kelancaran kegiatan produksi dan tercapainya target baik quality, quantity maupun target waktu maka departemen produksi tentu membutuhkan seorang manager produksi yang benar-benar seatle dan memiliki pengalaman empirik yang mumpuni dan bukan sekedar pengalaman teori / semata-mata akademisi.
Mengingat seluruh activity di PT. CPN menggunakan tenaga manusia maka tentu dibutuhkan team/bagian HRD yang dimanage oleh seorang HR Manager yang benar-benar seatle dan memiliki pengalaman empirik yang mumpuni dan bukan sekedar pengalaman teori / semata-mata akademisi.
Untuk menyehatkan kinerja, transaksi dan administrasi maka tentu dibutuhkan team/bagian Internal Audit yang dimanage oleh seorang Manager Audit yang benar-benar seatle dan memiliki pengalaman empirik yang mumpuni dan bukan sekedar pengalaman teori / semata-mata akademisi.
Mengingat yang dijual dan di produksi oleh PT. CPN adalah produk karya cipta Owner dari PT. CPN itu sendiri maka tentu dibutuhkan team/bagian Design yang dimanage oleh seorang KA. Design yang benar-benar seatle dan memiliki pengalaman empirik yang mumpuni dan bukan sekedar pengalaman teori semata.
Adapun posisi Administrasi, Accounting, Keuangan, Security hingga OB tentu akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari masing-masing departement dan devisi tersebut diatas
Di PT. CPN seorang calon karyawan wajib memiliki kompetensi yang mumpuni di bidang yang dilamarnya karena  PT. CPN hanya membutuhkan karyawan yang benar-benar telah siap bekerja dan bukan sekedar untuk mencari pengalaman atau belajar bekerja.
Head Office ( HO )
PT. CIPTA PERAGA NUSANTARA berkantor pusat/HO di Surabaya namun untuk sementara ini HO masih  berada di Banjarmasin sambil menunggu kelengkapan SDM pada pos - pos strategis (posisi para manager satker ) yang benar-benar seatle di bidang :
• Managemen Marketing
• Managemen Produksi
• Managemen Logistic ( Purchasing )
• Managemen Quality Control ( QC ) produk knowladge
• Managemen HRD
• Managemen Accounting
• Managemen Keuangan
• Managemen Audit
• Managemen Administrasi
Posisi - posisi diataslah yang nantinya sebagai nahkoda sistem dan pelaksana di perusahaan ini, dalam rencana pemindahan HO ke Surabaya setidaknya dibutuhkan bekal SDM minimal 60 % dari jumlah kebutuhan SDM area nusantara di semua lini satker.
Visi dan Misi
Menjadi yang Terdepan Dalam Industri Pengadaan Alat-Alat Praktik dan Peraga Pendidikan Dengan Memberikan Nilai Kepuasan Terbaik Bagi Pelanggan Melalui Rancangan Yang Inovatif Dengan Kualitas Produk yang Layak dan Harga yang Terjangkau.
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
DI PT. CIPTA PERAGA NUSANTARA (CPN)
Sumber Daya Manusia (SDM) adalah faktor penentu di suatu perusahaan (bergerak di bidang apapun perusahaan tersebut). Perusahaan didirikan berdasarkan berbagai visi dan misi untuk kepentingan manusia dan dalam pelaksanaannya dikelola dan diurus oleh SDM yang dipercaya oleh pemilik (owner). Jadi, SDM merupakan faktor strategis dalam semua kegiatan suatu perusahaan. Tidak heran jika sekarang untuk SDM yang handal digunakan terminologi human capital yang semakin santer kita dengar.
Peranan SDM dalam perusahaan sangatlah penting bahkan peran dan fungsinya tidak dapat digantikan oleh sumber daya lainnya, karena SDM sebagai pengelola sistem, agar sistem ini tetap berjalan tentu dalam pengelolaannya harus memperhatikan aspek-aspek penting seperti pelatihan, pengembangan dan motivasi. Dalam hal ini SDM dijadikan sebagai unsur utama manajemen dan merupakan indikator penting pencapaian tujuan perusahaan secara efektif. SDM merupakan aset/bagian dari perusahaan yang sangat strategis dan vital karena dapat menentukan maju/mundurnya sebuah perusahaan, apabila SDM itu berdedikasi tinggi/baik maka tentu dapat membantu memajukan perusahaan, begitu juga sebaliknya, apabila dedikasi SDM tersebut rendah/buruk maka tentu akan berpengaruh pada kemunduran perusahaan.
SDM dalam perusahaan seharusnya senantiasa berorientasi terhadap visi, misi dan sasaran yang dituju perusahaan, karena dia berada di dalamnya sebagai nakhoda sistem. Untuk mencapai visi, misi dan sasaran tersebut setidaknya SDM harus memiliki lima nilai kompetensi dan karakteristik sebagai berikut :
1. Motivasi
2. Sikap atau ciri bawaan
3. Konsep diri
4. pengetahuan
5. Skill
Dewasa ini sering kita ketahui/kita dengar melalui berita-berita media masa bahwa SDM dari Indonesia/lokal kurang mendapat pengakuan/respon dari Negara-negara lain, selain itu sering pula kita dengar banyak perusahaan yang mengeluhkan kondisi/kualitas SDM di perusahaannya, beberapa keluhan yang muncul antara lain berkaitan dengan kurangnya tanggungjawab, loyalitas, totalitas, intelegensi, kejujuran dan daya kembang berfikir dll yang berkaitan dengan kualitas  SDM itu sendiri. Pada umumnya saat ini SDM yang ada masih berkemampuan rata-rata/bahkan cenderung kurang, yaitu sekedar menjalankan tugas rutin tanpa adanya inisiatif/terobosan-terobosan untuk mengembangkan diri demi peningkatan mutu SDM itu sendiri dan kemajuan perusahaan. Banyak perusahaan merasakan adanya tuntutan dari para karyawan tanpa adanya kontribusi yang nyata bagi kemajuan perusahaan. Dengan kata lain kebanyakan karyawan memiliki pemahaman/prinsip LEBIH CENDERUNG MENUNTUT HAK DARIPADA MEMENUHI KEWAJIBAN-KEWAJIBANNYA. Padahal kinerja SDM yang berkualitas akan mampu membantu kemajuan perusahaan, begitu juga sebaliknya SDM yang kurang berkualitas akan menghambat bahkan menjadi beban tersendiri bagi perusahaan. Jangan sampai suatu perusahaan hanya menjadi tempat ”penampungan” orang orang buangan yang bekerja hanya karena ingin mendapatkan status sebagai karyawan atau memanfaatkan peluang untuk mendapatkan keuntungan sesaat.  Kadang-kadang ada yang berpandangan bahwa jabatan tinggi di suatu perusahaan identik dengan posisi nyaman karena bisa memerintah, gaji tinggi dan tunjangan serta fasilitas yang memadai. Padahal dalam jabatan itu melekat tanggungjawab terhadap kinerja anak buahnya / bawahannya. Dengan demikian kalau terjadi kesalahan di lingkungan anak buah maka seharusnya dan otomatis menjadi tanggungjawab atasan yang bersangkutan.
Satu sisi pada era seperti sekarang ini mengharuskan SDM untuk dapat menyesuaikan diri dengan tuntutan global yang cenderung bersifat tanpa batas, tapi di sisi yang lain dihadapkan pada kondisi pasar SDM yang mutunya kurang memadai.
Yang menjadi pertanyaan besar buat saudara adalah, apabila saudara dipercaya untuk menjadi bagian dari nakhoda di PT. CPN ini, bagaimana dan apa yang dapat saudara berikan/lakukan terkait dengan adanya kondisi pasar tenaga kerja sebagaimana fakta di atas ?
Akhir-akhir ini PT. CPN sedang mengalami krisis SDM handal terutama di tingkat management. Beberapa kali terjadi bongkar pasang SDM di tingkat management yang disebabkan oleh kurangnya / rendahnya kualitas SDM management itu sendiri, dalam hal ini perusahaan menyadari kala itu proses rekrutmen/seleksi/penempatan jabatan management memang belum dilakukan secara selektif dan profesional, sehingga perusahaan berkali-berkali mengalami goncangan hebat karena dampak dari otoritas dan kebijakannya, hal itu diakibatkan oleh ketidak mampuan SDM management itu sendiri, padahal kita semua menyadari bahwa dalam perusahaan apapun dan dimanapun kebijakan seorang management adalah sebagai tolok ukur sehat dan tidaknya serta maju dan mundurnya sebuah perusahaan. Fakta di atas menunjukkan bahwa di PT. CPN saat ini sedang membutuhkan figur management yang handal dan berdedikasi tinggi terhadap perusahaan.
Dari pengalaman di atas, maka perusahaan mulai saat ini akan melakukan perubahan sistem rekrut dalam menentukan posisi/jabatan strategis/management suatu departemen bahkan untuk posisi General Manager (GM) / OD (Operation Direktur).
Kepada para calon management PT. CPN perlu memahami peran dan fungsinya ketika bergabung dengan perusahaan ini. Itulah sebabnya diperlukan adanya uraian jabatan (job description) untuk masing-masing posisi yang ada di PT. CPN.  Berdasarkan uraian tugas tersebut akan dapat dijadikan sebagai instrumen/dasar dalam melakukan terobosan-terobosan untuk memajukan perusahaan.
Dalam pelaksanaan proses kerjanya seorang management akan dinilai hasilnya oleh Ownernya  guna untuk menentukan besar/kecilnya reward. Bagi management yang berprestasi akan diberikan reward yang cukup fantastis, begitu juga sebaliknya bagi management yang melakukan pelanggaran dengan unsur kesengajaan/itikad tidak baik maka akan diberikan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku di perusahaan. Itulah sebabnya PT. CPN mengharapkan seorang management yang bermental pengusaha dan bukan tipe management yang bermental karyawan. Dengan mental pengusaha/konseptor, seorang management biasanya tidak akan memperhitungkan jam/hari kerja.
Perusahaan seperti PT. CPN sebenarnya memiliki prospek jangka panjang yang cukup menjanjikan untuk perkembangan karier bagi management yang masuk di dalamnya. Prospek dimaksud antara lain adalah karena perusahaan ini bergerak dibidang Pendidikan dimana seperti kita ketahui bahwa dunia pendidikan di negara manapun termasuk Indonesia, menjadi salah satu prioritas utama untuk diperhatikan dan dikembangkan oleh pemerintah. Program ini ditunjang dengan adanya anggaran pendidikan yang cukup besar yang disediakan oleh Pemerintah baik Pemerintah Kabupaten/Kota, tingkat Provinsi maupun Pemerintah Pusat. Dari sisi lain produk-produk PT. CPN telah memiliki hak paten yang berumur cukup panjang yaitu selama 50 tahun, sehingga bisa dijadikan sandaran karier bagi SDM yang benar-benar secara serius ingin mengembangkan diri di perusahaan ini hingga anak cucu di masa yang akan datang. Namun demikian seperti yang telah dikemukakan di atas, sebagus apapun prospek perkembangan suatu perusahaan apabila tanpa didukung oleh kualitas SDM yang handal terutama di tingkat management/nahkoda maka tentunya kurang bisa berkembang dengan baik. Setiap SDM di perusahaan manapun seharusnya mampu menterjemahkan uraian tugasnya serta mengembangkan dengan baik sehingga dapat menyelesaikan ruang lingkup tugas dan kegiatan yang menjadi tanggungjawabnya hingga tuntas. Seringkali ditemukan dilapangan bahwa ketika SDM melaksanakan tugas kemudian menemui kendala, SDM tersebut tidak menanyakan untuk pecahnya masalah tersebut sehingga yang terjadi adalah bom waktu yang sewaktu-waktu pasti akan meletus, yang lebih parah lagi apabila kemudian berusaha menutup-nutupi atau mengabaikan sampai berlarut-larut. Bahkan cenderung menghindar/cuci tangan seakan-akan tidak terjadi masalah, dalam kondisi seperti ini tentu terjadi stagnasi karena tidak mampu memecahkan masalahnya. manakala bom tersebut telah benar-benar meletus maka perusahaanlah yang menanggung akibat dari kesalahan SDM tersebut, hal ini dapat di bayangkan dampaknya apabila SDM yang di maksud adalah management/nahkoda. Fakta seperti inilah yang sering ditemukan di PT. CPN saat ini, padahal suatu permasalahan yang tidak segera diselesaikan pada akhirnya tentu menjadi beban bagi perusahaan yang akan mempengaruhi jalannya sistem kerja secara keseluruhan.
Berdasarkan fakta-fakta diatas, termasuk kategori SDM yang bagaimanakah kiranya Anda ? Layakkah pertanyaan ini kami ajukan kepada Anda? Yang menjadi pertanyaan besar buat anda adalah, apabila anda dipercaya untuk menjadi bagian dari  nakhoda di PT. CPN ini, bagaimana dan apa yang dapat saudara berikan/lakukan apabila saudara di hadapkan pada kondisi sebagaimana fakta di atas?
Kita ketahui dan sadari bersama bahwa perbedaan pendapat merupakan suatu hal yang lumrah/wajar namun seringkali terjadi perbedaan pemikiran yang mencolok antara karyawan dan pengusaha dalam hal perbedaan pendapat untuk menuju suatu keputusan/penyelesaian masalah. Sebagian karyawan berfikir bahwa bekerja di perusahaan pada umumnya adalah berorientasi pada usaha untuk mendapatkan hak-haknya secara optimal tanpa harus memikirkan kemajuan perusahaan. Pemikiran ini tentunya berbeda dengan pengusaha yang harus memikirkan kemajuan perusahaan yang sebenarnya juga berdampak pada kesejahteraan karyawan itu sendiri dan karyawan secara umum. Namun yang seringkali terjadi karyawan tetap mempertahankan prinsipnya sementara pengusaha kesulitan memberikan pemahaman misi jangka panjangnya kepada para karyawan. Kondisi ini tentunya memerlukan suatu jalan keluar yang sebaik-baiknya. Untuk menjembatani permasalahan ini maka bagi karyawan tentunya dituntut kesadaran dan pengertiannya kalau terjadi misalnya pengusaha memberikan teguran-teguran atau kritik kepada para karyawan, karena tujuannya adalah demi kemajuan perusahaan yang didalamnya termasuk menentukan nasib karyawannya. Kritik dan teguran pengusaha pada karyawan adalah sebagai wujud ”rasa sayang” pengusaha pada karyawannya demi kemajuan karyawan yang bersangkutan maupun kemajuan perusahaan. Ibarat orang minum obat, kritik dan teguran akan terasa pahit tapi efeknya bisa menyembuhkan penyakit.
Berdasarkan fakta-fakta tersebut diatas, termasuk kategori SDM yang bagaimanakah kiranya Anda? Layakkah pertanyaan ini kami ajukan kepada Anda ? Yang menjadi pertanyaan besar buat anda adalah, apabila anda di percaya untuk menjadi bagian dari nakhoda di PT. CPN ini, bagaimana dan apa yang dapat saudara berikan/lakukan apabila saudara di hadapkan pada kondisi sebagaimana fakta di atas ?
Dalam banyak hal seringkali juga terjadi seseorang di suatu perusahaan termasuk sesama karyawan dijadikan sebagai tumpuan harapan dan acuan penyelesaian suatu permasalahan karena yang bersangkutan pada suatu waktu dimasa lalu mungkin pernah memberikan suatu pemikiran/arahan yang dianggap jitu dalam menyelesaikan permasalahan yang mereka hadapi. Pada akhirnya hal ini akan menjadikan karyawan tersebut menjadi makmum pada imam yang sebenarnya tidak selalu benar untuk diikuti. Hal ini sekaligus akan mematikan kreatifitas dan daya nalarnya untuk melakukan inovasi pemecahan masalah secara mandiri dan rasional. Ibarat orang membeli sabun dengan merk A yang selama ini dikenal berkualitas bagus untuk mencuci pakaian, orang akan tetap percaya pada sabun cuci yang ber merk A. Padahal tanpa disadari pihak produsen sabun merk A telah mengurangi kualitas sabun merk A tersebut. Tetapi orang tidak akan pernah berfikir atau bahkan menutup mata terhadap adanya kemungkinan pabrik sabun merk A mengurangi kualitas produk, karena kepercayaan yang berlebihan pada produk tersebut sehingga orang tersebut hanya mau menggunakan sabun merk A dan tidak mau menggunakan yang lain apapun alasannya, Sebagai pembeli yang baik harusnya selalu jeli dan kritis sehingga tidak tertipu. Karena kalau ini terjadi, maka orang tersebut sebenarnya hanya membeli merk dengan mengabaikan mutu produk.
Berdasarkan fakta-fakta tersebut di atas, termasuk kategori SDM yang bagaimanakah kiranya Anda ? Layakkah pertanyaan ini kami ajukan kepada Anda ?
Rasa kesetiakawanan, senasib dan sepenanggungan adalah sangat diperlukan oleh sesama karyawan karena dengan demikian akan terjalin sinergi yang bisa menjadi kekuatan bersama untuk kemajuan perusahaan. Namun seringkali pula sikap dan perilaku positif ini dimanfaatkan oleh sebagian karyawan untuk tujuan yang negatif sehingga pada akhirnya akan merugikan keberlangsungan perusahaan. Sebagai contoh kalau ada karyawan menemukan suatu kesalahan yang dilakukan oleh rekan kerjanya, idealnya harus segera melaporkan kepada atasan atau pihak yang kompeten di manajemen perusahaan, namun karena rasa solider dan perasaan ”ewuh pakewuh” maka kesalahan tersebut dibiarkan begitu saja atau pura-pura tidak tahu. Yang lebih parah lagi ia berusaha ”melindungi” rekannya yang melakukan kesalahan tersebut dengan menyampaikan hal-hal yang baik-baiknya saja kepada atasannya. Timbulnya rasa ke engganan dan ketidak pedulian ini pada akhirnya akan merugikan semua pihak termasuk karyawan maupun perusahaan, karena lambat atau cepat, perilaku ini akan berimbas pada karyawan secara keseluruhan. Ibarat kapal yang sedang berlayar, seorang penumpang mengetahui bahwa ada penumpang lain yang diam-diam sedang melobangi badan kapal, penumpang yang mengetahui perbuatan penumpang yang nakal tersebut diam saja, karena ia berfikir toh bukan aku yang melobangi dan toh bukan kapalku atau ia berfikir perbuatan melubangi kapal itu tidak berdampak pada dirinya sehingga ia merasa tidak perlu melaporkan kepada nakoda kapal. Padahal perbuatan penumpang nakal tersebut bisa menenggelamkan seluruh penumpang kapal termasuk dirinya sendiri.
Berdasarkan fakta-fakta tersebut diatas, termasuk kategori SDM yang bagaimanakah kiranya Anda ? Layakkah pertanyaan  ini kami ajukan kepada Anda ?
Sebuah perusahaan termasuk PT. CPN tidak pernah sunyi dari adanya oknum-oknum karyawan yang suka menyebarkan isu, desas-desus, agitasi dan provokasi dengan maksud dan tujuan tertentu. Kondisi manajemen perusahaan  yang “semrawut” malah dijadikan sebagai kafer/pelindung bagi karyawan model ini untuk menutupi kelemahannya, dia akan mengambil untung dari kondisi perusahaan yang tidak kondusif tersebut. Istilah mengail di air keruh atau menggunting dalam lipatan adalah sebutan yang tepat untuk jenis karyawan tipe seperti ini. Karena kondisi ini seringkali pihak manajemen kewalahan untuk menangkis isu-isu/hasutan yang berkembang sehingga pada akhirnya mempengaruhi kinerja karyawan lain/pihak manajemen. Pada akhirnya pekerjaan pokok karyawan atau pihak manajemen yang seharusnya melaksanakan uraian tugas dengan sebaik-baiknya bisa terpengaruh oleh adanya isu atau hasutan tersebut. Berdasarkan kondisi ini karyawan yang memiliki dedikasi tinggi pada perusahaan harus jeli dan mewaspadai tindakan-tindakan karyawan dengan tipe sebagaimana dikemukakan diatas. Ketika muncul isu atau hasutan dari pihak lain seyogyanya karyawan lain bisa mencerna dengan jeli dan menggunakan akal sehat dan mengkroscek dengan teman-temannya / atasan atau bahkan Ownernya langsung, bahkan kalau perlu memberikan masukan positif atau melaporkan pada atasan/manajemen sehingga bisa di sehatkan. Prinsipnya adalah ciri-ciri karyawan yang sehat senantiasa memprioritaskan kemajuan dan loyal pada perusahaan yang telah memberikan gaji tiap bulan / penghidupan dan bukan pada penyebar isu / hasutan yang tidak bertanggungjawab tersebut.
Terobosan atau ide aplikatif (bisa dibuktikan) macam apakah yang akan anda lakukan untuk mengatasi masalah tersebut diatas apabila Anda diterima bergabung di perusahaan ini ?

Mengapa bergabung dengan kami?

Bagi anda yang menyukai tantangan, ambisius dalam peningkatan karir mari bergabung bersama kami. Harap anda membaca dan memperhatikan Company Profile, Kualifikasi dan Jobdesknya.  

lowongan kerja rekomendasi