Halaman 1 - 25 of 946 Lowongan
2017-07-28

Dapatkan email untuk pekerjaan terbaru



Tentang Medan

Ibukota propinsi Sumatera Utara dan juga kota terbesar ketiga di Indonesia. Medan dulu nya berupa kawasan perkebunan tembakau besar-besaran oleh Belanda. Untuk menjalankan perkebunan tersebut, Belanda pun mendatangkan orang Tionghoa dan orang Jawa dengan jumlah besar sebagai kuli kontrak kebun. Namun ujung-ujungnya, pendatang Tionghoa berpindah profesi ke perdagangan. Gelombang migrasi kedua ialah kedatangan orang Minangkabau, Mandailing dan Aceh. Tetapi kali ini mereka didatangkan bukan untuk bekerja di kebun, tetapi untuk berdagang, menjadi guru dan ulama. Hari ini, sektor perdagangan didominasi oleh etnis Tionghoa dan Minangkabau. Bidang pemerintahan dan politik oleh orang-orang Mandailing. Profesi yang memerlukan keahlian dan pendidikan tinggi, seperti dokter, pengacara, notaris, wartawan, mayoritas dikuasai orang Minangkabau. Kehidupan sosial di sini sangat dinamis, terdiri dari mayoritas suku-suku yang berasal dari Sumatera, Jawa, Arab, Tamil, Tionghoa. Berbeda dari Tionghoa di kebanyakan kota di Indonesia, masyarakat Tionghoa di Medan sampai saat ini (dan mungkin sampai ke masa yang akan datang) menggunakan bahasa Hokkien sehari-hari baik mereka dari sub-suku Hakka, Kanton dan lain-lain. Di samping itu, bahasa Melayu, Mandailing, Minangkabau, Karo, Jawa, Tamil, Aceh juga digunakan oleh komunitas masing-masing. Medan juga terkenal dengan wisata kulinernya. Masakan Medan biasanya identik dengan chinese food, baik yang tradisional ataupun yang udah dipengaruhi oleh budaya Indonesia seperti bakmi, mi bebek, capcai, nasi ayam, kwetiau, bakso daging lembu, bihun kari dan lain-lain. Selain chinese food, masakan Batak yang super lezat seperti sakasang, babi panggang Karo, ulos-ulos dan masih banyak lagi harus dicoba.

Lokasi terdekat

Review mengenai perusahaan tertulis di halaman ini

Benefit dan lingkungan kerja sangat memuaskan dan nyaman

  1. 3.0
Sudah Tidak Bekerja

Benefit sangat memuaskan dan lingkungan kerja pun sangat nyaman. Hal ini berdampak pada lingkungan kerja yang bersinergi dengan aktivitas pekerjaan yang dilakukan.

Atasan kurang terbuka kepada bawahan cenderung menjunjung tinggi senioritas sehingga bawahan kurang mendapatkan arahan dan support dari atasannya. Hal ini pun berpengaruh pada komunikasi yang buruk.